banner image

MENELAAH KURIKULUM 1952, 1968 DAN 1975

 

Sumber Gambar : https://pixabay.com/id/users/ramadhannotonegoro

TELAAH KURIKULUM 1952, 1968 DAN 1975


A. Pengertian Kurikulum

  • Kurikulum menurut Kerr, J.F (1968) : Kurikulum adalah semua pembelajaran   yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  • Kurikulum menurut Inlow (1966) : Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang   dirancang oleh pihak sekolah  untuk membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan. 
  • Kurikulum menurut UU No. 20 Tahun 2003 : Kurikulum adalah seperangkat  rencana dan pengaturan  mengenai  tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan suatu rancangan pembelajaran yang sudah ditulis dan akan diterapkan dalam suatu pembelajaran di sekolah.

    Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan Pendidikan. Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan sebab tidak ada satu kurikulum yang sesuai sepanjang masa. Kurikulum harus dapat menyesuaikan perkembangan zaman yang senantiasa terus berubah. Ada beberapa kurikulum yang pernah ada di Indonesia dan mengalami pembaharuan hingga saat ini, antara lain kurikulum 1952, kurikulum 1968, kurikulum 1975. Berikut penjelasan beberapa kurikulum tersebut.

 
B. Kurikulum 1952, 1968 dan 1975

1.1 Kurikulum 1952 (Rencana Pelajaran Terurai)

a.) Latar Belakang

    Sebelum kurikulum 1952 ada, pendidikan di Indonesia memiliki kurikulum 1947. Akan tetapi, kurikulum 1947 mengalami penyempurnaan pada tahun 1952. Beberapa alasan atau latar belakang penyempurnaan kurikulum 1947 melalui kurikulum 1952, antara lain :

1. Kurikulum 1947 masiih dibayang-bayangi pendidikan jaman penjajahan, sehingga mengarah pada pola pengajaran penjajahan.
2. Kurikulum 1947 belum memiliki orientasi ranah kognitif dan psikomotor dan lebih dominan ranah afektif.
3. Kurikulum 1947 belum diterapkan di sekolah-sekolah sehingga belum memberikan dampak pada terlaksanannya pendidikan dan terbentuknya bangsa Indonesia hingga secara resmi dilaksanakan pada tahun 1950.
 
    Lahirnya kurikulum 1952 tidak terlepas dari sejarah kelahiran kurikulum 1947. Dikatakan demikian karena saat kurikulum 1947 berlaku, belum ada undang-undang pendidikan yang berlaku sebagai landasan operasionalnya. Baru setelah tahun 1950 undang-undang pendidikan yang dikenal dengan Undang-undang No. 4 Tahun 1950 dapat dirampungkan dan selanjutnya disahkan pada tahun 1954 sebagai UU No.12 Tahun 1954. Dari situlah dikenal undang-undang pendidikan yang pertama kali. Namun undang-undang itu tidak memberlakukan pelaksanaan kurikulum 1947.
 

b.) Tujaun Kurikulum 1952

   Kurikulum 1952 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 1947, dimana kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran. Karena itu, kurikulum 1952 lebih dikenal sebagai Rencana Pelajaran Terurai 1952. Dan yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
Isi kurikulum 1952 merupakan penjabaran arah dan tujuan pendidikan sekolah menengah dan tujuan kurikulum. Tujuan pendidikan sekolah menengah dan tujuan kurikulum diarahkan pada penyiapan pelajar ke pendidikan tinggi serta mendidik tenaga-tenaga ahli dalam berbagai lapangan khusus, sesuai dengan bakat masing-masing dan kebutuhan masyarakat.
 
c.) Sistem Penilaian Kurikulum
   Sistem penilaian kurikulum 1952 hampir sama dengan kurikulum 1947, yakni dilakukan melalui ulangan harian, ulangan umum catur wulan dan ujian penghabisan. Ulangan harian dan ulangan umum catur wulan dipakai sebagai dasar untuk menentukan apakah seorang siswa naik atau tinggal kelas. Sedangkan ujian penghabisan digunakan untuk menentukan kelulusan. Akan tetapi, pada sekitar tahun 1958 ujian penghabisan diganti menjadi ujian negara.
 

d.)   Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 1952

No

Kelebihan

Kekurangan

1.

Kurikulum 1952 telah mengarah pada system Pendidikan nasional, walaupun belum merata pada seluruh wilayah di Indonesia, namun dapat mencerminkan suatu pemahaman dan cita-cita para praktisi Pendidikan akan     pentingnya pemerataan pendidikan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Karena kurikulum 1952 baru mengarah pada system pendidikan nasional, maka belum mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

2.

Pada kurikulum 1952 pelajaran sudah berorientasi pada kebutuhan hidup para siswa, sehingga hasil pembelajaran dapat berguna ketika ditengah masyarakat.

Materi pelajaran belum orientasi masa depan, karena yang diajarkan berorientasi kebutuhan untuk hidup di masyarakat saat itu, dengan demikian belum memiliki visi kebutuhan di masa mendatang.

3.

Karena setiap guru mengajar satu mata pelajaran, maka memiliki keuntungan untuk lebih menguasai bidang pengajarannya dengan lebih baik, dari pada mengajar berbagai mata pelajaran

Kurang membangkitkan kreativitas dan inovasi guru, karena setiap mata pelajaran sudah terinci dalam rencana pelajaran terurai, hal ini mempersempit kreativitas dan inovasi guru baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun menentukan sumber materi pelajaran.


1.2 Kurikulum 1968

  Kurikulum 1968 ditandai dengan pendekatan pengorganisasian materi pelajaran dengan pengelompokan suatu pelajaran yang berbeda, yang dilakukan secara korelasional (correlated subject curriculum), yaitu mata pelajaran yang satu dikorelasikan dengan mata pelajaran yang lain, walaupun batas demarkasi antar mata pelajaran masih terlihat jelas, Muatan materi masing-masing mata pelajaran masih bersifat teoritis dan belum terikat erat dengan keadaan nyata dalam lingkungan sekitar. Pengorganisasian mata pelajaran secara korelasional itu berangsur-angsur mengarah kepada pendekatan pelajaran yang sudah terpisah-pisah berdasarkan disiplin ilmu pada sekolah-sekolah yang lebih tinggi.
  • Ciri-Ciri Kurikulum 1968 :
a.) Sifat kurikulum Correlated Subject Curriculum.
b.) Jumlah mata pelajaran
    SD     = 10 bidang studi
  SMP    =  18 bidang studi (Bahasa Indonesia dibedakan menjadi Bahasa Indonesia I & II)
  SMA Jurusan A    = 18 bidang studi
  SMA Jurusan B    = 20 bidang studi
  SMA Jurusan C    = 19 bidang Studi
c.) Penjurusan SMA dilakukan di kelas II, dan disederhanakan menjadi 2 jurusan, yaitu Sastra Sosial Budaya dan Ilmu Pasti Pengetahuan Alam (PASPAL)
d.) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Manshuri, SH (1968-1973)

1.3 Kurikulum 1975

      Di dalam kurikulum 1975, pada setiap bidang studi dicantumkan tujuan kurikulum, sedangkan pada setiap pokok bahasan diberikan tujuan intruksional umum yang dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai satuan bahasan yang memiliki tujuan instruksional khusus. Dalam proses pembelajaran, guru harus berusaha agar tujuan instruksional khusus dapat dicapai oleh peserta didk, setelah mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu disajikan oleh guru. Metode penyampaian suatu bahasan ini disebut Prosesdur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Melalui PPSI ini dibuat suatu pelajaran yangberupa rencana pelajaran setiap satuan bahasan.
  • Ciri-Ciri Kurikulum 1975.
a.) Sifat kurikulum Integrated Curriculum Organization.
b.) Jumlah mata pelajaran berdasarkan tingkatan adalah SD mempunyai satu stuktur program, yang terdiri atas 9 bidang studi, termasuk mata pelajaran PSPBm Pelajaran Ilmu Alam dan Ilmu Hayat digabung menjadi satu dengan nama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 
c.) Penjurusan di SMA dibagi atas 3, yaitu jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, penjurusan dimulai di kelas I, pada permulaan semester II.
d.) Menteri Pendidkan dan Kebudayaan Dr. Syarif Thayeb (1973-1978).

MENELAAH KURIKULUM 1952, 1968 DAN 1975 MENELAAH KURIKULUM 1952, 1968 DAN 1975 Reviewed by Bobby Ariadi on Maret 02, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

SILABUS BAHASA INDONESIA SMP/MTs Kelas 7, 8, Dan 9

Guna melengkapi perangkat pembelajaran, pada kesempatan ini kami akan berusaha untuk dapat melengkapi perangkat pembelajaran. Salah satunya ...

Diberdayakan oleh Blogger.