https://www.pexels.com/
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam dokumen kurikulum 2004 dirumuskan bahwa Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan (Depdiknas 2002).
KBK menuntut keragaman penggunaan berbagai sumber informasi, yang tidak hanya mengandalkan dari mulut guru, akan tetapi dari sumber lainnya termasuk dari media elektronik semacam komputer dan internet, video, dan lain sebagainya. Dengan demikian kemajuan bidang teknologi khususnya teknologi informasi, memungkinkan siswa bisa belajar dari berbagai sumber belajar sesuai dengan minat, kemampuan, dan kecepatan masing-masing.
Di dalam sejumlah data yang ada, yang salah satunya dikemukakakn oleh Dr. H. Ch. Soeprapto (2004) bahwa lahirnya kurikulum disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
Faktor Internal misalnya dapat dikaitkan dengan adanya beberapa kelemahan kurikulum sebelumnya (Kurikulum 1994) atau kurikulum zaman reformasi yaitu :
a. Terlalu padat materi dan terlalu banyak jam pelajaran di sekolah.
b. Kurang memberi peluang bagi guru dan siswa agar lebih kreatif dan inovatif karena bersifat instruktif.
c. Bersifat kurang menarik karena Program Pengajaran yang lebih terpusat dan seragam
d. Sistem pembelajaran masih bersifat klasik dan belum memberikan makna yang terbuka, komunikatif, dan menyenangkan bagi siswa.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal lahirnya kurikulum 2004 antara lain :
a. Pengaruh kemajuan pendidikan dunia yang berdampak pada perubahan sistem kurikulum.
b. Perkembangan bidang pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mengharuskan adanya suatu perbaikan pada kurikulum.
BAB II
PEMBAHASAN
B. Karakteristik Kurikulum 2004
Depdiknas (2002) mengemukan karakteristik KBK secara lebih rinci sebagai berikut:
1. Menekankan kepada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupaun klasikal. Artinya isi KBK pada intinya adalah menekankan pada pencapaian sejumlah kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Kompetensi inilah yang selanjutnya dinamakan standar minimal atau kemampuan dasar.
2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Artinya, keberhasilan pencapaian kompetensi dasar diukur oleh indikator hasil belajar. Indikator inilah yang dijadikan acuan apakah kompetensi yang diharapkan sudah tercapai atau belum.
3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Dalam KBK proses menerima informasi dari guru harus ditinggalkan. Belajar adalah proses mencari dan menemukan. Jadi menuntut keaktifan siswa, oleh sebab itu proses pembelajaran harus bervariasi.
4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. Artinya, keberhasilan pembelajaran KBK tidak hanya diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai isi atau materi pelajaran, akan tetapi bagaimana cara mereka menguasai pelajaran tersebut. Jadi hasil dan proses adalah dua sisi yang sama penting.
C. Tujuan KBK (Kurikulum 2004)
Tujuan KBK adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapai perannya dimasa datang dengan mengembangkan sejumlah kecakapan hidup (life skill).
Kurikulum 2004 pada dasarnya dikembangkan berdasarkan pendekatan berbasis kompetensi. Kurikulum 2004 yang dikembangkan ini lebih diarahkan kepada pembentukan individu yang lebih kompeten. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk mengetahui kompetensi individu dapat dilihat kinerjanya sesuai dengan standart yang telah diterapkan atau tidak.
D. Kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa
Terdapat empat kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa sesuai dengan tuntutan KBK:
1. Kompetensi akademik, artunya peserta didik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi persoalan dan tantangan hidup secara independent.
2. Kompetensi okupasional, artinya peserta didik harus memiliki kesiapan dan mampu beradaptasi terhadap dunia kerja.
3. Kompetensi kultural, peserta didik harus mampu menempatkan diri sebaik-baiknya dalam sisterm budaya dan tata nila masyarakat pluralistik.
4. Kompetensi temporal, artinya peserta didik tetap eksis dalam menjalani kehidupannya, serta mampu memanfaatkan ketiga kemampuan dasar yang telah dimiliki sesuai dengan perkembangan zaman.
E. Penilaian Kurikulum 2004 (KBK)
Penilaian mencakup tiga aspek, antara lain :
1. Kognitif
Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir. Menurut Taksonomi Bloom secara hierarki terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi.
2. Psikomotorik
Kemampuan Psikomotorik adalah kemampuan melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan. Kemampuan ini berkaitan dengan fisik. Pengukuran kemampuan ini dilakukan dengan tes penampilan yang terdiri dari tes simulasi, dan tes unjuk kerja.
3. Afektif
Kemampuan afektif adalah kemampuan yang berkaitan dengan perasaan, emosi, sikap, derajat, penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu objek.
Sedangkan ujian menggunakan berbagai teknik, antara lain :
1. Tes kinerja
Merupakan tes perbuatan yang mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja.
2. Tes Objektif
Adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawaban. Tes terdiri dari berbagai macam bentuk, antara lain :
a. Tes betul-salah (Benar Salah)
b. Tes Pilihan Ganda
c. Tes menjodohkan (Matching)
d. Tes analisa hubungan
F. Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 2004
a. Kelebihan
1.) Mengembangkan kompetensi siswa pada setiap bidang mata pelajaran dan bukan pada penekanan
b. Kelemahan
1.) Konsep kurikulum sering mengalami perubahan termasuk di dalam urusan standar kompetensi
1. Kompetensi akademik, artunya peserta didik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi persoalan dan tantangan hidup secara independent.
2. Kompetensi okupasional, artinya peserta didik harus memiliki kesiapan dan mampu beradaptasi terhadap dunia kerja.
3. Kompetensi kultural, peserta didik harus mampu menempatkan diri sebaik-baiknya dalam sisterm budaya dan tata nila masyarakat pluralistik.
4. Kompetensi temporal, artinya peserta didik tetap eksis dalam menjalani kehidupannya, serta mampu memanfaatkan ketiga kemampuan dasar yang telah dimiliki sesuai dengan perkembangan zaman.
E. Penilaian Kurikulum 2004 (KBK)
Penilaian mencakup tiga aspek, antara lain :
1. Kognitif
Kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir. Menurut Taksonomi Bloom secara hierarki terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi.
2. Psikomotorik
Kemampuan Psikomotorik adalah kemampuan melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan. Kemampuan ini berkaitan dengan fisik. Pengukuran kemampuan ini dilakukan dengan tes penampilan yang terdiri dari tes simulasi, dan tes unjuk kerja.
3. Afektif
Kemampuan afektif adalah kemampuan yang berkaitan dengan perasaan, emosi, sikap, derajat, penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu objek.
Sedangkan ujian menggunakan berbagai teknik, antara lain :
1. Tes kinerja
Merupakan tes perbuatan yang mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja.
2. Tes Objektif
Adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawaban. Tes terdiri dari berbagai macam bentuk, antara lain :
a. Tes betul-salah (Benar Salah)
b. Tes Pilihan Ganda
c. Tes menjodohkan (Matching)
d. Tes analisa hubungan
F. Kelebihan dan Kelemahan Kurikulum 2004
a. Kelebihan
1.) Mengembangkan kompetensi siswa pada setiap bidang mata pelajaran dan bukan pada penekanan
penguasaan mata pelajaran itu.
2.) Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
3.) Guru diberikan hak untuk Menyusun silabus sendiri yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan
sekolah.
4.) Sistem penilaian yang ditekankan kepada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi
kemampuan siswa secara optimal.
b. Kelemahan
1.) Konsep kurikulum sering mengalami perubahan termasuk di dalam urusan standar kompetensi
sehingga guru kesulitan dalam mengatur pembelajaran secara berkelanjutan.
2.) Memandang kompetensi sebagai hal yang penting dan bersifat tunggal padahal kompetensi
2.) Memandang kompetensi sebagai hal yang penting dan bersifat tunggal padahal kompetensi
bersifat sempurna.
3.) Kurangnya sumber daya manusia yang mampu. Dalam hal ini berarti masih rendahnya
kemampuan guru, karena dalam hal ini kurikulum 2004 dituntut untuk lebih kreatif dalam
menjalankan pengajaran.
Kesimpulan
Dalam kurikulum 2004, apakah guru semakin disibukkan oleh beragam alat evaluasi?
Guru menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber, maka penilaian itu semakin mudah. Karena dengan mengamati, melihat, dan mencatat unjuk kerja siswa sehari-hari sudah dilakukan penilaian. Sedangkan ulangan untuk menambah data saja.
Dengan adanya penilaian proses, apakah Kurikulum 2004 tidak ada lagi tes dan UAN (Ujian Akhir Negara)?
Tes tetap dilaksanakan, sebagai salah satu sumber data untuk melihat kemajuan belajar siswa dan juga termasuk UAN. Prinsip yang digunakan adalah guru menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber data penilaian. Nilai siswa yang utama diperoleh dari penampilan siswa sehari-hari ketika belajar.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa pada kurikulum 2004 ini, para murid dituntut untuk aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTEK tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi disini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator serta menganalisis perkembangan siswa. Kurikulum 2004 pada dasarnya dikembangkan berdasarkan pendekatan berbasis kompetensi. Kurikulum 2004 yang dikembangkan ini lebih diarahkan kepada pembentukan individu yang lebih kompeten. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk mengetahui kompetensi individu dapat dilihat kinerjanya sesuai dengan standart yang telah diterapkan atau tidak.
Fijra. 2011. Pengembangan Kurikulum. Jakarta: fijrakembar.wordpress.com
Nurhadi, Dr. 2004. Kurikulum 2004 (Pertanyaan & Jawaban). Jakarta : PT. Grasindo
Sindang. 2020. Jurnal Pendidikan & Sejarah Vol. 2 No.1. “Perubahan Kurikulum di Awal Era Reformasi (2004-2006) dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Nasional”. Malang : Universitas Negeri Malang.
Ilyas, Abu. 2015. Aspek Cara Penilaian Kurikulum 1994 dan KBK. Surakarta : ilyas-atsary.blogspot.com
BAB III
PENUTUP
Dalam kurikulum 2004, apakah guru semakin disibukkan oleh beragam alat evaluasi?
Guru menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber, maka penilaian itu semakin mudah. Karena dengan mengamati, melihat, dan mencatat unjuk kerja siswa sehari-hari sudah dilakukan penilaian. Sedangkan ulangan untuk menambah data saja.
Dengan adanya penilaian proses, apakah Kurikulum 2004 tidak ada lagi tes dan UAN (Ujian Akhir Negara)?
Tes tetap dilaksanakan, sebagai salah satu sumber data untuk melihat kemajuan belajar siswa dan juga termasuk UAN. Prinsip yang digunakan adalah guru menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber data penilaian. Nilai siswa yang utama diperoleh dari penampilan siswa sehari-hari ketika belajar.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa pada kurikulum 2004 ini, para murid dituntut untuk aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTEK tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi disini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator serta menganalisis perkembangan siswa. Kurikulum 2004 pada dasarnya dikembangkan berdasarkan pendekatan berbasis kompetensi. Kurikulum 2004 yang dikembangkan ini lebih diarahkan kepada pembentukan individu yang lebih kompeten. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa untuk mengetahui kompetensi individu dapat dilihat kinerjanya sesuai dengan standart yang telah diterapkan atau tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Fijra. 2011. Pengembangan Kurikulum. Jakarta: fijrakembar.wordpress.com
Nurhadi, Dr. 2004. Kurikulum 2004 (Pertanyaan & Jawaban). Jakarta : PT. Grasindo
Sindang. 2020. Jurnal Pendidikan & Sejarah Vol. 2 No.1. “Perubahan Kurikulum di Awal Era Reformasi (2004-2006) dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Nasional”. Malang : Universitas Negeri Malang.
Ilyas, Abu. 2015. Aspek Cara Penilaian Kurikulum 1994 dan KBK. Surakarta : ilyas-atsary.blogspot.com
KURIKULUM 2004 (KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI)
Reviewed by Bobby Ariadi
on
Maret 08, 2021
Rating:
Reviewed by Bobby Ariadi
on
Maret 08, 2021
Rating:

Tidak ada komentar: